Provinsi Papua Barat

Papua Barat

MANOKWARI-Pemerintah Provinsi Papua Barat akan meningkatkan skala perkebunan untuk menyambut peluang pasar ekspor. Gubernur Papua Barat Dominggus mengatakan, pembukaan lahan akan dilakukan untuk memperluas area perkebunan.

"Tahun depan harus dimulai. Terdapat keinginan agar Papua Barat memiliki perkebunan berskala besar. Ada penambahan lahan untuk meningkatkan produksi sehigga bisa mengekspor komoditas unggulan kita," ujar Gubernur kepada wartawan.

Dominggus mengatakan, Papua Barat memiliki sejumlah komoditas unggulan yang bisa diekspor ke sejumlah negara wilayah Eropa. Beberapa waktu lalu, ia melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian. Pemerintah pusat melihat Papua Barat memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor perkebunan.
"Lahan masih sangat luas. Bisa ditingkatkan produksi Pala, Kakao, Kelapa Sawit dan Jagung. Di Pegunangan Arfak kita pun bisa mengembangkan perkebunan kopi," ujarnya lagi.

Gubernur menginginkan daerah  ini memiliki 1 juta hektare lahan kebun pala. Diharapkan, harapan itu bisa terwujud di wilayah Kaimana dan Fakfak.
Program pengembangan sektor perkebunan lanjut Gubernur, saat ini sedang dirancang. Kajian akan dilakukan untuk memastikan lahan dan komoditas yang cocok di setiap daerah. "Di Pegunungan Arfak punya potensi besar untuk pengembangan kopi. Tahun depan harus kita garap," sebutnya lagi.

Saat ini, lanjut Dominggus, Papua Barat sedang menyusun Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sektor perkebunan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Pembangunan infrastruktur pun akan terus digenjot untuk mendukung pengembangan seluruh sektor.

"Beberapa waktu lalu saya sudah bertemu dengan Menteri yang membidangi. Dalam waktu dekat akan bertemu dengan Menteri PU-PERA," pungkasnya.(lm)